Perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan Australia memang cukup mencolok dan perlu untuk diketahui oleh masyarakat kedua negara. Dalam hal ini, ada beberapa perbedaan yang patut diperhatikan agar kita bisa lebih memahami sistem pendidikan di kedua negara ini.
Salah satu perbedaan yang cukup mencolok adalah dalam hal kurikulum yang digunakan. Di Indonesia, kurikulum pendidikan masih terpusat dan ditentukan oleh pemerintah pusat. Sedangkan di Australia, setiap negara bagian memiliki otonomi dalam menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Menurut Dr. Wayan Suriastini, seorang pakar pendidikan dari Universitas Gajah Mada, “Perbedaan dalam kurikulum pendidikan antara Indonesia dan Australia mencerminkan perbedaan dalam sistem pendidikan kedua negara tersebut. Di Indonesia, masih terjadi ketimpangan antara kurikulum yang diajarkan di sekolah-sekolah perkotaan dan pedesaan.”
Selain itu, perbedaan lainnya terletak pada metode pengajaran dan pembelajaran yang digunakan. Di Indonesia, metode pengajaran masih cenderung konvensional dengan fokus pada menghafal dan tes tertulis. Sedangkan di Australia, pendekatan pembelajaran lebih menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.
Profesor John Smith dari Universitas Sydney menyatakan, “Pendekatan pembelajaran di Australia lebih menitikberatkan pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas. Hal ini merupakan salah satu keunggulan sistem pendidikan di Australia.”
Dalam hal infrastruktur pendidikan, Australia juga jauh lebih unggul dibandingkan dengan Indonesia. Fasilitas pendidikan di Australia sangat memadai dan mendukung proses pembelajaran siswa. Sementara di Indonesia, masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas seperti ruang kelas yang layak dan perpustakaan yang memadai.
Dengan adanya perbedaan tersebut, penting bagi kedua negara untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai masyarakat, kita juga perlu untuk lebih memahami sistem pendidikan di Indonesia dan Australia agar bisa ikut berkontribusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di kedua negara ini.