Kemampuan berkomunikasi yang baik juga menjadi salah satu syarat masuk Universitas Pertahanan (Unhan). Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain, terutama dalam dunia militer. Calon mahasiswa diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik, baik secara lisan maupun tulisan.
Menurut Brigjen TNI (Purn) Prof. Dr. Ir. H. Agus Subagio, M.M., kemampuan berkomunikasi yang baik sangat diperlukan dalam dunia militer. Dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Komunikasi Militer”, beliau menyatakan bahwa “seorang prajurit yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik akan lebih mudah dalam menjalankan tugasnya, baik dalam komunikasi internal di dalam satuan maupun dalam berkomunikasi dengan pihak eksternal.”
Selain itu, Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfud MD juga menegaskan pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam dunia pertahanan dan keamanan. Beliau menyatakan bahwa “seorang pemimpin di bidang pertahanan dan keamanan harus mampu berkomunikasi dengan baik agar dapat memimpin bawahannya dengan efektif.”
Dalam proses seleksi masuk Unhan, calon mahasiswa akan diuji kemampuan berkomunikasinya melalui berbagai tes, mulai dari wawancara hingga tes tulis. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa Unhan memang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.
Saat ini, kemampuan berkomunikasi yang baik juga menjadi salah satu kriteria penting dalam dunia kerja. Menurut survei yang dilakukan oleh lembaga riset terkemuka, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu skill yang paling dicari oleh perusahaan-perusahaan di era digital ini.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berkomunikasi yang baik adalah kunci sukses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia militer dan dunia kerja. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus mengasah kemampuan berkomunikasinya agar dapat bersaing dan berhasil di masa depan.